Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan pada saat membudidayakan
cacing tanah, yakni penentuan lokasi, penyiapan wadah, pembutan medium,
penyiapan bibit, penebaran, dan pemeliharaan
A.
Penentuan
Lokasi
Cacing tanah tidak
menuntut persyaratan lokasi yang khusus, karena dapat dibudidayakan di semua
tempat, baik di perdesaan maupun perkotaan, dekat perumahan atau di tempat
terpencil. Hal penting yang harus diperhatikan dalam penentuan lokasi budi daya
cacing tanah adalah letaknya strategis, artinya mudah dalam penanganan dan
pengawasan, serta tidak terkena sinar matahari langsung.
B.
Penyiapan
Wadah
Wadah dimaksudkan
sebagai suatu tempat yang digunakan untuk menampung medium tumbuh dan pakan
bagi kelangsungan hidup cacing tanah yang dibudidayakan. Model-model wadah
untuk tempat budi daya cacing tanah dapat dirancang sebagai berikut:
1. Bak
Pasangan Batu Mata / Batako dubuat kolam atau bak
2. Kotak
Plastik atau Kotak Kayu atau kotak dari bambu
3. Besek
(Anyaman Bambu)
4. Penggunaan
Buis Beton
C.
Pembuatan
Medium (Tempat Hidup)
Cacing tanah merupakan salah
satu fauna tanah
yang berperan sangat
besar dalam perbaikan
kesuburan tanah dengan menghancurkan secara
fisik pemecahan bahan
organik menjadi humus,
menggabungkan bahan yang membusuk pada lapisan tanah bagian atas,
dan membentuk kemantapan agregat antara bahan organik dan bahan mineral tanah.
Cacing tanah adalah fauna yang memanfaatkan tanah sebagai habitat atau
lingkungan yang mendukung aktifitas biologinya. Untuk itu media cacing tanah haruslah
semirip mungkin dengan habitat aslinya.
----------------------------------------------------------------------------------
Tatacara membuat medium
(sarang) cacing tanah sebagai berikut:
1. Siapkan
bahan organik yang mudah didapat di daerah (lingkungan) setempat.
2. Potong-potong
bahan organik tersebut sepanjang 2 cm - 3 cm, terutama bahan organik yang
berukuran panjang, misalnya batang pisang dan jerami padi.
3. Masukkan
atau tampung semua bahan organik tadi, kecuali kotoran ternak, kedalam wadah
yang berukuran cukup besar.
4. Campurkan
semua bahan tadi sambil di aduk-aduk dan ditambah air, lalu biarkan
berfermentasi selama satu bulan. Pada minggu pertama dan kedua dilakukan
pengadukan dua kali dalam seminggu. Selanjutnya pada minggu ketiga dan keempat
hanya dilakukan sekali pengadukan.
5. Campurkan
bahan organik yang telah difermentasikan dengan kotoran ternah (70% : 30%).
Artinya, bahan organik sebanyak 70% dan kotoran ternak sebanyak 30%. Campuran
tersebut diaduk hingga merata, kemudian ditempatkan pada drum plastik atau bak.
Tutuplah bak tersebut dengan plastik dan biarkan selama 24 jam sambil dijaga
agar tidak menjadi kering.
6. Lakukan
pengecekan medium tadi dengan alat bantu termometer dan pH meter untuk
mengetahui kelaikan medium digunakan sebagai sarang cacing tanah. Cara lain
adalah dengan memasukkan cacing tanah kedalam medium tadi dan dibiarkan selama
dua hari. Medium atau sarang segera dimasukkan ke dalam wadah (tempat)
pemeliharaan cacing tanah.
-----------------------------------------------------------------------------------------------------
Tata cara pengisian medium ke dalam wadah
(tempat) pemeliharaan cacing tanah sebagai berikut:
1. Siapkan
wadah atau tempat pemeliharaan cacing tanah,
misalnya kotak plastik atau besek
dari anyaman bambu yang dialasi dengan plastik.
2. Isikan
medium atau sarang ke dalam wadah setebal 15 cm – 20 cm sesuai dengan kapasitas
wadah dan rencana jumlah atau bobot cacing tanah yang aka dibudidayakan pada
wadah dan rencana jumlah atau bobot cacing tanah yang akan dibudidayakan pada
wadah tersebut. Komposisi yang dianjurkan adalah medium (sarang) satu bagian
atau satu kilogram dengan cacing tanah satu kilogram. Dapat pula setiap wadah
hanya diisi 250g – 500g medium disesuaikan dengan kebutuhan dan keadaan.
Salam Worm House Media Farm
Tidak ada komentar:
Posting Komentar